Menu Search

Cerito Yong Dolah - Orang Riau Ikut Perang Teluk

[edit post]
Tidak banyak orang tau, bahwa pada perang irak melawan pasukan multi nasional tahun 1991, ada seorang Indonesia ikut membela Saddam Husien. Menurut informasi yang dapat di percaya, tentara tersebut berasal dari Bengkalis bernama Yong Dollah. Setelah kalang kabut mencari jejak orang tersebut, dan bertanya kesana kemari akhir dapat juga dicari alamat lengkap pahlawan di maksud. Oleh kenalannya, penulis diminta agar pergi ke kedai kopi hailam di kota Bengkalis. Benar saja, ketika penulis menemukan tokoh tersebut sedang menghirup kopi di meja paling sudut sebelah kiri. Tanpa ragu lagi penulis menghampirinya, untuk melakukan wawancara.

"Apa kabar, Yong ? Payah betul mencari Yong ?"
"Yong baik-baik sajo. Yong tak ke mano-mano do, dimeje inilah setiap pagi minum kopi, sesekali ke singapor, kadang ke melako, itulah pekerjaan Yong"

"Kalau begitu, banyak duit Yong ?"
"banyak tu tidaklah, tapi kalau untuk keluo negeri dan untuk beli pulau Singapor masih belebih duit Yong."

"Dari mano Yong dapat duit?"
"Tak perlulah Yong ceritokan karena memakan waktu bertahun-tahun, mulai yang kecil sampai yang setuo ini."

"Di mana Yong menyimpan duit? di Bank?"
"Yong paling tak gemo menyimpan di Bank. Yong paling suko menyimpan dibawah bantal. Awak ni dari mano ?"

"Begini, kami mendengar kabar Yong pernah menjadi tentara sukarela membela negara Saddam Husien. Betul tu Yong?"
"Betol."

"Boleh Yong ceritokan ?"
"Apo pulak salahnyo, miko ni menyanyah."

"Macam mano ceritonyo Yong?"
"Begini, Ketika Yong minum kopi disini, ado budak menjual surat kabar. Entah apo pasal pulak, Yong tertarik dengan surat kabar tu. Yong beli satu, lalu Yong bacolah berita tentang perang teluk. Menggelegak hati perut Yong baco cerito tu".

"Apo pasal Yong ?"
"Yelah. Siapa tak geram, kalau anak hilang bapak, bini hilang laki, rumah dah cantik keno bom. Daro-daro lawo banyak mati, nikah belum. Yang bujang begitu pulak. Disebabkan perang tu. Geram hati Yong, Yong tinggalkan kopi, lalu Yong balik kerumah. Yong suruh bini Yong mengemas pakaian. Bini Yong heran. Dio bertanya, "Mengapo ngentam orang tua ini, buang tabiat?" kata bini Yong."

"Orang betino urus sajolah dapur, Engkau tu tak tahu ini soal kemanusiaan, itu Saddam hussein berperang dengan sekutu yang menjajah kita dulu," kata Yong. Mendengo itu, Bini Yong pun terdiam. Sudah dikemas semua pakaian, Yong pun berangkatlah.

"Pakai apa Yong berangkat?"
"Pakai pesawat khusus, didatangkan Saddam Hussein. Pesawat itu turun dilapangan Tugu Bengkalis. Yong pun naiklah. Bedebo jugo hati Yong naik pesawat itu, Mesin bertambanh kuat bunyinya. Yong bertambah takut, dan ketika Yong ketakutan itulah Yong terkentut. Setelah Yong melepas bom dari perut itu, Yong pun sampai depan rumah Saddam Hussein. Yong disambut hangat oleh Saddam Hussein beserta rakyat Irak, dan Yong dipersilahkan masuk keistana nya. Dalam istana, Yong cakap sama Saddam, "Kita sudah tak punya waktu lagi. Cepat atau lambat sekutu harus berambus dari Irak ini." Mendengar semangat Yong yang berapi-api, Saddam langsung menyerahkan tongkat komando perang kepada Yong.

Setelah Yong diberikan kepercayaan oleh Saddam maka Yong pun melakukan pemeriksaan tentara Irak dimedan perang, Yongpun pergilah kegurun pasir. Lima menit kemudian, Yongpun sampailah digurun pasir tempat dimana tentara irak berperang. Ketika Yong melihat tentara Irak hati Yong sedih betul.

"Kenapa Yong sedih betul?"
"Sedihlah, sebab tentara Irak tidak bermaya sedikitpun. Yong berpikir bagaimana caranya agar mereka bersemangat dan bermaya lagi. Pikir punya pikir, haaa? Dapatlah Yong akal, dengan semangat empat lima Yong entam menyanyi lagu potong bebek angsa. Mendengar lagu potong bebek angsa itu tak lengah tentara Irak itu langsung segak."

"apa sebabnya Yong?"
"Haaa sebabnya begini, setelah Yong buka catatan Yong dalam Kocek, ternampaklah disitu bahwa tentara Irak sudah seminggu tak makan."

"Apa hubungan dengan lagu potong bebek angsa Yong?"
"Begini, mendengar lagu Yong itu, tentara Irak mengira telah perang, komandan baru mereka, tentulah Yong mereka maksudkan akan menyembelih angsa. Jadi supaya mereka dapat daging itik dan angsa, mereka bergegaslah berperang. Dalam peperangan itu, maaak? maaak? maak tentara Irak macam hantu. Menembak sana menembak sini.Pihak musuh banyak mati. Pesawat tempur musuh habis macam tepung berderai dari atas. Mendengar kemenangan tentaranya,saddam Hussein paling suka dan sebagai tanda ucapan terima kasihnya, Yong dihadiahkan kain sarung. Dan kain sarung itu, bini Yong pakai sekarang."

"Setelah perang selesai, apakah tentara Irak meminta bebek dan angsa, Yong. Disana tak ada bebek dan angsa Yong ?"
"Itulah Yong risaukan. Tapi Yong tak habis akal do, Yong diam -diam balik ke Bengkalis pakai kapal pribadi saddam Hussein tu."

"Dengan siapa Yong naik pesawat pribadi Saddam tersebut?"
"Seorang sajo untuk apo ramai-ramai."

"Apa Yong bisa menerbangkan pesawat?"
"Apo pulak tak bisa, mainan dari kecil, tapi Saddam takut kalu balik sendiri. Untung dalam sekejab itu pulak melintas kapal terbang lain. Yong klakson kapal terbang supaya dekat. Setelah kapal terbang mendekat, Yong cakaplah pada pengemudinya. "Hei saudara, boleh pinjam pengemudi serap (Co. Pilot. Red) sekejab," kata Yong.

"Apa pulak salahnya, Yong," balas pengemudi itu. Setelah pengemudi serapnya masuk Yong pun tancap gas, sampai Bengkalis. Sampai rumah Yong angkut itik dan angsa Yong ke Irak. Bini Yong marah-marah, tapi Yong cakap pada bini Yong, ini adalah sedekah. Mendengar sedekah bini Yong pun diam. Semua dah siap masuk kekapal terbang, Yong pun terbanglah ke Irak. Sampai di Irak kami pun berpesta sampai pagi."

" Dengar - dengar kabar, Yong pernah mengagalkan meledakkan rudal patriot Amerika di irak, bagaimana pulak ceritanya tu Yong?" " Betul, ceritonya begini. Yong buat pengumuman dan sedarkan kepada seluruh rakyat Irak supaya membentangkan kelambu rumah, kantor dan semuanyo dan jarak antara bumbung dengan bangunan lima meter setelah di bentang kelambu Yong pun duduk tenang dengan saddam minum kopi dan makan sagu rendang sambil mununggu pasukan amerika melepaskan rudal. Saddam husien nampak gelisah macam ayam betina hendak betelur.kejap tegag kejap duduk. Lepas tu jalan kiri duduk dekat Yong. Kemudian Saddam bertanya bertanya pado Yong " Yong berhasil ndak Yong "? Yong jawab tenang tenang sajolah Dam, kalau tak berhasil kau balikkan aku ke Bengkalis. Lima menit sesudah itu dari jauh terdengar 30 bijik rudal pasukan Amerika dilepaskan. Saddam yang tadi yang tadi seperti ayam hendak bertelur,berubah macam ayam sakit sampo. Sedang Yong tenang ajo. 10 menit sesudah itu saddam senyum pado Yong. Lalu Yong dan Saddam meninjau keseluruh kota, Yong tengok 30 bijik rudal amerika tersangkut atas kelambu yang Yong bentang tadi. Saddam bukan main senang di peluknyo Yong erat-erat."

" Waktu balik katanya Yong sempat ngebom amerika ?" " Ya betul tu, setelah rudal patriot di kumpulkan Yong mintak satu pado Saddam , kenang -kenangan untuk anak cucu, Dam". Petang harinyo Yong balik pakai pesawat yang menjemput dulu waktu Yong balik. Yong tak takut naik pesawat karno Yong teringat pado permaisuri Yong di Bengkalis. Perjalanan begitu lama Yong terus merenung dalam pesawat. Tibo-tibo kapten pesawat memenggil Yong, " Jendral inilah pulau Amerika itu ,kato Kapten sambil menunjuk kebawah. ? melihat pulau Amerika itu , Yong teringat akan rudal yang Yong mintak pado Saddam, Yong ambik rudal tu dan Yong campakkan kebawah. Lima menit seudah itu Amerika tampak berasap. Dalam hati Yong, mudah-mudahan amerika insyaf. Tapi sampai sekarang tak insyaf- insyaf.Hendak rasonyo Yong mengbom lagi, tapi apo dayo Yong dah tuo.

Sumber: Bengkalis.go.id